JAKARTA, - Embel-embel keluarga Cendana ternyata masih menarik sejumlah partai. Dalam penjaringan capres yang dilakukan oleh Partai Pemuda Indonesia (PPI), salah satu anggota keluarga Cendana, Ari Sigit atau bernama lengkap Hari Haryo Wibowo, sempat masuk nominasi.

Namanya masuk dalam deretan 25 besar. Namun, saat mengerucut ke 10 nama, nama Ari Sigit menghilang. PPI masih menggodok sejumlah bama capres yang akan diusung dalam Pilpres 2009 mendatang. Beberapa nama yang masuk antara lain, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, M Lutfi serta Sandiaga Uno.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III PPI, Minggu (15/2) kemarin, mengundang sejumlah tokoh nasional seperti KH Abdurahman Wahid dan Akbar Tandjung untuk memberikan masukan dalam persiapan deklarasi capres.

“Mereka adalah guru bangsa karena pengalamannya. Keteladanan serta track record mereka yang mumpuni untuk kita hornati dan kita berdayakan sebagai nara sumber yang akan memberikan pelajaran, pencerahan dan masukan-masukan strategis untuk kita transformasikan sebagai konsep perjuangan PPI ke depan,” kata Sekjen DPP PPI, Niko Silitonga.

“Menjelang Rapimnas III PPI, mulai muncul nama baru dari sejumlah DPD yang baru saja melaksanakan Rakorda yakni Akbar Tandjung. Tim mediasi Capres PPI juga pernah berbicara dengan figur capres lain seperti Wiranto dan Prabowo. Namun, PPI kemudian tak mengusung keduanya dalam figur capres dari partai karena tak ada tanggapan.

Dijelaskan Niko, tentang pemilihan cucu mantan Presiden Soeharto itu lebih didasarkan pada konsep kepemudaan yang diusung PPI.

Partainya dalam Pemilu legislatif, penargetkan perolehan suara dalam pemilu 7 atau 8 persen suara. Angka itu didasari pada kalkulasi suara saat verifikasi. ‘’Kita sudah mapping dan melihat infrastruktur di seluruh provinsi, kabupaten, kota, dan 90 persen kecamatan. Beberapa basis pemenangan PPI ada di Sumut, Aceh, Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu, Jatim, Jabar, DIY, Banten, Sulsel, Sulbar, Kaltim, Kalteng, Kalbar, Maluku Utara, Papua, NTB, dan NTT. Semua daerah itu yang akan menjadi prioritas kita,” ungkap Niko. (Persda Network/yat)

Partai Pemuda indonesia akan segera menggelar Rapat Pimpinan Nasional yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta pada 14-16 Pebruari 2009 mendatang. Dengan Panitia Pelaksana dengan ketua; Andrianto, Wakil Ketua; Siti Sarah, Sekretaris; eko, dan Bendahara; Agustinus. Sedangkan Panitia Pengarah dengan ketua; Akhmadsyah Hendrawibawa dan Sekretaris; Herman Jaya.

Rapimnas selain akan diikuti oleh seluruh pengurus DPP PPI juga akan diikuti oleh seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah PPI seluruh Indonesia. Agenda utama adalah mendengarkan pandangan umum para DPD se-Indonesia tentang peta politik dan target perolehan suara yang akan dicapai setiap daerah.

* Kami Anggota Partai Pemuda Indonesia adalah insane Pancasila yang meyakini kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa.

* Kami anggota Partai Pemuda Indonesia adalah pewaris dan penerus amanat kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

* Kami anggota Partai Pemuda Indonesia senantiasa berjuang mengangkat harkat dan martabat rakyat bangsa Indonesia.

JAKARTA -- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana membahas kemungkinan penggunaan tanda selain centang (V) untuk menandai surat suara, seperti tanda silang (X) atau garis datar (-). Rencana tersebut mengemuka dalam rapat dengan pendapat Komisi II DPR dengan KPU, di Jakarta, Senin.

Menurut Andi, salah satu materi dari peraturan KPU 35/2008 yang akan direvisi yakni mengenai penandaan surat suara. Anggota KPU, katanya, mempertimbangkan untuk membolehkan penandaan pada surat suara selain dengan centang (V), seperti tanda silang (X) dan garis datar (-)."Kita pertimbangkan untuk melakukan revisi peraturan KPU 35/2008," katanya dalam rapat dengan pendapat yang juga dihadiri Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, anggota KPU Abdul Aziz, Endang Sulastri, Sri Nuryanti, dan I Gusti Putu Artha, serta Sekjen KPU Suripto Bambang Setyadi.

Revisi ini, kata Andi, sebagai bentuk penyempurnaan. Dalam simulasi pemungutan surat suara yang dilaksanakan KPU, didapatkan pemilih yang menggunakan tanda selain centang yakni silang dan garis datar.Hasil simulasi ini yang menjadi pertimbangan KPU untuk merevisi pengaturan tentang penandaan.Tanda silang sangat umum digunakan untuk menandai. Demikian pula dengan tanda garis datar.

Menanggapi rencana tersebut, anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan mengatakan KPU sebaiknya tidak mewacanakan untuk menambah jenis penandaan surat suara yang dianggap sah."Ini akan semakin membuat pemilu hiruk pikuk dengan menjadikan centang bukan satu-satunya tanda," katanya.

KPU, kata Ferry, sebaiknya kembali pada pengaturan penandaan semula, yakni dengan memberikan tanda centang.
Peraturan KPU 35/2008 tentang penandaan menyebutkan pemungutan suara dilakukan dengan memberikan tanda satu kali pada kolom nama partai atau kolom nama caleg atau kolom nomor caleg. Tanda yang digunakan yakni centang (V). KPU telah sosialisasi penandaan ini pada masyarakat.

Dalam peraturan tersebut juga diatur jika ada pemilih yang menandai surat suara dengan mecoblos satu kali maka dianggap sah.Belakangan KPU mengusulkan agar masalah penandaan diatur dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yakni jika terdapat pemilih yang memberikan tanda lebih dari satu maka dianggap sah.
Pemilih yang memberikan tanda pada kolom nama partai dan kolom nomor urut atau nama caleg dianggap sah.(ant/kp) (sumber: RepublikaOnline)

JAKARTA - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Pemuda Indonesia (PPI) digelar hari ini, Sabtu (10/1/2009). Rakornas bertema Melalui Rakornas Pemenangan Pemilu Kita Sukseskan Perjuangan Meraih Perolehan Suara Signifikan Dalam Pemilu 2009 ini dibuka Dewan Penasihat PPI Anton Reinhart.

Acara yang berlangsung di hotel Sahid, Jakarta ini, diawali dengan pagelaran tarian Bhineka Tunggal Ika dari PPI Dancer yang sekaligus melambangkan PPI mencakup seluruh wilayah di Nusantara.

Sementara itu rangkaian acara dalam Rakornas hari adalah, sidang paripurna I yang berisi pembukaan sidang-sidang Rakornas DPP PPI, Sidang paripurna II yang berisi dialog interaktif KPU dan MK, paripurna III dialog interaktif dengan Bawaslu dan Lembaga Pemantau Pemilu (Lima) dengan topik hal-hal krusial dalam penyelenggaraan Pemilu 2009 yang perlu diantisipasi dan disikapi parpol.

Sidang Paripurna IV adalah dialog interaktif komponen partai dengan tema mengatasi krisis multidimensional bangsa melalui revitalasasi perekonomian dan pluralitas rakyat. Dialog ini rencananya akan menghadirkan pembicara Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sidang Paripurna V, dialog dengan calon presiden Prabowo Subianto dengan tema isu-isu kebangsaan dan kerakyatan sebagai wacana strategis kampanye parpol dan calog.

Sidang paripurna VI, dalog mengenai isu-isu kepemudaan sebagai wacana strategis kampanye parpol dan caleg yang dilanjutkan dengan sidang komisi mencakup konsolidasi dan penggalangan komisi kampanye dan komisi rekomendasi.

Rakornas kali ini akan berakhir dengan sidang paripurna penyampaian dan penetapan hasil sidang komisi, Sidang paripurna VIII diskusi dengan tema dinamika dan peta politik nasional jelang pemilu bersama media dan penutupan sidang. (ded)
(sumber; OkeZone )